
70.2K
YEKebanyakan orang mengenal Yesus yang “aman.”
Lembut, selalu menenangkan, tidak pernah menuntut.
Yesus yang hanya menghibur, bukan menegur.
Tetapi Yesus seperti itu tidak ada.
Sering kali itu hanya gambaran yang kita buat karena sulit menerima siapa Dia yang sebenarnya.
Kita berkata “Yesus mengasihimu,”
tanpa benar-benar memahami harga kasih itu dan apa yang Ia tuntut dari kita.
Injil memang menunjukkan Dia sebagai Anak Domba,
tetapi Alkitab tidak berhenti di sana.
📖 “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya seperti orang mati.” — Wahyu 1:17
Ini adalah Yohanes—murid yang paling dekat dengan-Nya.
Namun ketika melihat kemuliaan-Nya, ia tetap tersungkur.
Mengapa?
Karena Yesus bukan hanya penuh kasih,
tetapi juga kudus dan berkuasa.
📖 “Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” — Wahyu 19:13–16
Ia bukan hanya datang untuk menghibur,
tetapi untuk memerintah.
Allah yang “aman” tidak menuntut pertobatan.
Tidak mengguncang dosa.
Tidak meminta hidup kita.
Namun Allah seperti itu juga tidak dapat menyelamatkan.
Yesus bukan sekadar penghibur.
Ia adalah kebenaran yang hidup.
Anak Domba yang disalibkan,
dan Raja yang berkuasa.
Pada akhirnya, setiap lutut akan bertelut di hadapan-Nya,
bukan karena Ia kejam,
tetapi karena Ia adalah Raja.
📖-🕊-📩-📖-🕊-📩-📖-🕊-📩-📖-🕊
✨ Ingin anak belajar tentang Tuhan dengan cara seru dan penuh kasih?
📲 Klik link di bio ya!
#yesus #alkitab #kristiani #menarik
@yesusinside










