
1.5K
ASTentang pekerjaan rumah ~
Sebuah teladan yang nampaknya masih jauh dari kehidupan sebagian orang, sebagian lagi paham namun masih sebuah konsep ideal, yang praktiknya cukup berat.
Membantu pekerjaan rumah tidaklah menurunkan kewibawaan seorang suami. Seolah berbagi peran suami bekerja dan urusan rumah tugas istri adalah mutlak.
Padahal konsep sejatinya ialah Mencari Nafkah dan bekerja merupakan Kewajiban suami. Sedangkan mengurus rumah tangga adalah tugas bersama.
Sebagaimana yang Rasulullah teladankan,
عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: سُئِلْتُ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ فِي بَيْتِهِ قَالَتْ: كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ يَفْلِي ثَوْبَهُ وَيَخْلُبُ شَاتَهُ وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ.
Artinya: “Yahya bin Sa’id meriwayatkan dari al-Qasim, dari Aisyah yang berkata,
“Aku pernah ditanya: apa yang dilakukan Rasulullah Saw saat di kediamannya?’
Aisyah menjawab, “Nabi adalah manusia sebagaimana manusia yang lain.
Beliau menjahit bajunya, memerah (susu) kambingnya, dan mengerjakan keperluan dirinya sendiri.”
Next masak apa kita ?
#penyuluhagamaislambergerak #penyuluh #penyuluhagamaislam #ipari #kemenag
@ashraf.amrullah










