
875.9K
INSebelum cahaya lampu LED merajai setiap sudut rumah, ada sebuah pahlawan kegelapan yang sangat diandalkan bernama lampu petromak. Nama "Petromax" sendiri diambil dari gabungan kata Petroleum dan penemunya, Max Graetz, pria asal Jerman yang menciptakan alat ini pada tahun 1910. Menariknya, di Indonesia lampu ini juga populer dengan sebutan "Strongking" yang berasal dari merek Stormking, bahkan masyarakat Banjar tempo dulu sering menyebutnya dengan lidah lokal sebagai lampu "Satarungking".
Berbeda dengan lampu tempel biasa, petromak memiliki sistem tekanan yang unik. Bahan bakarnya, seperti minyak tanah atau parafin, harus dipompa terlebih dahulu agar keluar dalam bentuk gas yang stabil. Cahaya putih nan benderang yang dihasilkannya bukan berasal dari api langsung, melainkan dari pijaran "kaos lampu" atau mantel yang terbuat dari kain khusus tahan panas. Kini, meskipun listrik sudah merata, petromak tetap hidup sebagai barang koleksi antik yang penuh nilai sejarah.
Follow akun ini agar kamu terus mendapat cerita dan informasi menarik lainnya.
Sumber:
sharpandshark/X; putra.timur033/Tiktok
#FYPReels #ViralVideo #ViralReels #FYP #LampuPetromak
@indoneshaap








![#Petromax Reel by @rjkhurki (verified account) - Tumhare ghar tha ye? 🥹
[Antil, relatable, 90s kids, middle class, millennials, petromax, lamp, nostalgia]](https://image.pictame.com/img/603011682_884368937578386_5774349957191881280_n.jpg?hash=aHR0cHM6Ly9zY29udGVudC13YXcyLTIuY2RuaW5zdGFncmFtLmNvbS92L3Q1MS43MTg3OC0xNS82MDMwMTE2ODJfODg0MzY4OTM3NTc4Mzg2XzU3NzQzNDk5NTcxOTE4ODEyODBfbi5qcGc/c3RwPWRzdC1qcGdfZTM1X3M2NDB4NjQwX3R0NiZfbmNfY2F0PTEwMiZjY2I9Ny01Jl9uY19zaWQ9MThkZTc0JmVmZz1leUpsWm1kZmRHRm5Jam9pUTB4SlVGTXVZbVZ6ZEY5cGJXRm5aVjkxY214blpXNHVRek1pZlElM0QlM0QmX25jX29oYz1FajBEQktlNGRqb1E3a052d0V4SGdSMSZfbmNfb2M9QWRwX3BVMmpUeDJ4Q3dWaWVpa3RPVXE1NHk5WGZoRmRGd3dzakdXdzNiOFRaQ3cxMzRZZEtGMTF3UkFGZ01DdXRlcyZfbmNfenQ9MjMmX25jX2h0PXNjb250ZW50LXdhdzItMi5jZG5pbnN0YWdyYW0uY29tJl9uY19naWQ9VHU4VHdUcDlicG4zLXJtRFJIcFlSUSZfbmNfc3M9N2EzMGYmb2g9MDBfQWZ4Z3A5UlZuLTF2STctcmpUclNnU3lscUp3WEo4Wkh2S1ZTcERYSml1UDZqdyZvZT02OUNCNjkwRA==)

