
2.0K
DAKonferensi PBB terkait Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) melaporkan, investasi untuk energi terbarukan tgelah meningkat tiga kali lipat sejak mengadopsi Perjanjian Paris pada 2015. Kendati, mayoritas dana tersebut justru mengalir ke negara-negara maju.
Sementara, negara-negara berkembang hanya menarik investasi energi terbarukan senilai US$544 miliar pada 2022. Jumlah itu masih jauh dibandingkan kebutuhannya yang diperkirakan sebesar US$1,7 triliun setiap tahun.
Adapun, sejumlah negara berkembang di dunia berhasil meraih investasi yang cukup besar untuk energi terbarukan sejak 2015-2022. Brasil menempati posisi teratas lantaran menarik investasi energi terbarukan mencapai US$114,8 miliar dalam tujuh tahun tersebut.
Posisi kedua ditempati oleh Vietnam dengan nilai investasi energi terbarukan sebesar US$106,8 miliar sejak 2015 hingga 2022. Selanjutnya ada Chili dengan nilai investasi energi terbarukan sebesar US$84,6 miliar.
Kemudian, India dan Kazakhstan mencatatkan nilai investasi energi terbarukan masing-masing sebesar US$77,7 miliar dan US$56,3 miliar. Nilai investasi energi terbarukan di Taiwan sebesar US$48,7 miliar.
Mesir juga mencatatkan investasi energi terbarukan sebesar US$45,8 miliar pada 2015-2022. Ada pula Meksiko dengan nilai investasi energi terbarukan sebesar US$37,8 miliar pada periode yang sama.
Indonesia menempati urutan kesembilan dengan nilai investasi energi terbarukan sebesar US$36,7 miliar pada 2015-2022. Sementara, Maroko menempati urutan kesepuluh dengan nilai investasi sebesar US$29,7 miliar.
#DataIndonesiaID #UNCTAD #EBT #EnergiBaruTerbarukan #Investasi #Indonesia #Vietnam #Brasil #data #datavisualization #dataviz #statistics #stats #datascience #chart #datachart
@dataindonesia.id










